Salah satu agenda Forstat Wilayah 1 yang disepakati pada Musyawarah kerja Wilayah I Forstat yang menaungi Sumatera dan Bangka Belitung pada 7 September 2024 lalu adalah pelaksanaan webinar bulanan. Masing-masing perguruan tinggi menentukan sendiri berdasarkan kelapangannya sebagai host. Pada kegiatan ini, host menentukan narasumber dan tim pelaksana kegiatan. Narasumber dapat berasal dari perguruan tinggi itu sendiri atau meminta kesediaan dosen dari perguruan tinggi lain di Wilayah I. Dengan demikian, setiap perguruan tinggi akan mendapatkan tugas sebagai host dan menyediakan narasumber.
Universitas Negeri Padang sebagai perguruan tinggi yang memiliki program studi statistika tertua di Sumatera Bagian Tengah, mengambil peran pada Maret 2025. Namun, karena beberapa kondisi, kegiatan ini harus tertunda hingga Mei 2025 ini. Kegiatan dimoderatori oleh dosen muda Departemen Statistika, Tessy Octavia Mukhti, M.Stat dengan menghadirkan Dr. Dony Permana, M.Si. sebagai narasumber. Pada kesempatan ini, Pak Dony, begitu beliau akrab disapa, menampilkan riset terkait wilayahSumatera dengan tema From Stichastic Theory to Rain Forecast: A Markov Chain Approach Accross Bukit Barisan.
Disini, Pak Dony mengupas perbedaan curah hujan harian daerah barat Bukit Barisan, yaitu Padang dan daerah timur Bukit Barisan dengan menfokuskan pada Pekanbaru. Curah hujan Padang jauh lebih tinggi dibandingkan curah hujan Pekanbaru. Dengan dasar itu, dilakukan pengelompokan state rantai Markov menggunakan 5 kategori, yaitu tidak hujan, hujan ringan, hujan sedang, hujan lebat, dan hujan sangat lebat.
Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Ketua Forstat Wilayah I, Ramya Rachmawati, Ph.D yang sekaligus membuka kegiatan ini. Kegiatan juga diramaikan oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi, baik dari kalangan dosen ataupun mahasiswa, termasuk mitra praktisi.











