Padang, 19 Agustus 2026 — Kurikulum bukan sekadar kumpulan mata kuliah yang harus diselesaikan mahasiswa. Di balik setiap mata kuliah, capaian pembelajaran, dan proses evaluasi, ada satu tujuan yang lebih besar: menyiapkan mahasiswa agar mampu tumbuh dan beradaptasi dengan kebutuhan dunia yang terus berubah. Semangat itulah yang melandasi pelaksanaan Workshop Revitalisasi Kurikulum D3 dan S1 Statistika Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang diselenggarakan oleh Departemen Statistika FMIPA Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu, 19 Agustus 2026.

Mengusung tema “Merancang Kurikulum yang Adaptif, Inovatif, dan Berdaya Saing untuk Masa Depan”, kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Matematika FMIPA UNP ini menjadi ruang bersama bagi Departemen Statistika untuk melihat kembali arah pendidikan statistika yang ingin dibangun. Workshop menghadirkan Dr. Nofrion, M.Pd., Kepala Subdirektorat Inovasi Pembelajaran, PJJ, dan RPL Direktorat Akademik UNP, sebagai narasumber. Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dan menjadi bagian dari upaya Departemen Statistika untuk terus melakukan penyempurnaan terhadap kurikulum pendidikan D3 dan S1 Statistika.

Perubahan teknologi, perkembangan ilmu data, kebutuhan dunia kerja, serta semakin beragamnya persoalan yang membutuhkan pendekatan statistik membuat pendidikan statistika tidak dapat berjalan dengan pola yang sama dari waktu ke waktu. Karena itu, revitalisasi kurikulum menjadi kesempatan untuk bertanya kembali: kompetensi seperti apa yang benar-benar dibutuhkan mahasiswa ketika mereka lulus nanti?

Pendekatan OBE memberikan ruang untuk melihat proses pendidikan dari perspektif yang lebih berorientasi pada hasil. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan sejumlah mata kuliah, tetapi juga untuk memiliki kompetensi yang dapat mereka gunakan dalam kehidupan profesional maupun dalam menghadapi persoalan nyata di masyarakat.

Dalam konteks tersebut, penyusunan kurikulum menjadi proses yang sangat manusiawi. Ia berbicara tentang bagaimana sebuah institusi pendidikan memahami kebutuhan mahasiswanya, membaca perubahan zaman, dan kemudian menerjemahkannya ke dalam pengalaman belajar yang bermakna.

Workshop ini diharapkan tidak berhenti pada pembaruan dokumen kurikulum. Lebih jauh, hasil revitalisasi diharapkan dapat memberikan dampak pada bagaimana mahasiswa belajar, berdiskusi, mengembangkan keterampilan, menyelesaikan persoalan, dan mempersiapkan diri memasuki dunia profesional. Kurikulum yang adaptif berarti mampu merespons perubahan. Kurikulum yang inovatif berarti memberikan ruang bagi lahirnya cara-cara belajar yang lebih relevan. Sementara kurikulum yang berdaya saing berarti memastikan lulusan memiliki kompetensi yang dapat mereka bawa dan kembangkan di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja.

Bagi Departemen Statistika FMIPA UNP, proses ini juga menjadi bagian dari komitmen untuk terus membangun pendidikan statistika yang relevan dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan pijakan pada kebutuhan mahasiswa dan karakter keilmuan statistika. Pada akhirnya, membangun kurikulum berarti sedang membangun perjalanan masa depan mahasiswa. Setiap capaian pembelajaran yang dirumuskan, setiap mata kuliah yang disusun, dan setiap pengalaman belajar yang dirancang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju dunia yang sesungguhnya.

Melalui workshop ini, Departemen Statistika FMIPA UNP terus melangkah untuk menghadirkan kurikulum unggul bagi generasi unggul—kurikulum yang tidak hanya mengajarkan mahasiswa tentang statistika, tetapi juga membantu mereka menemukan cara menggunakan ilmu tersebut untuk memberi makna dan manfaat bagi kehidupan.

Print Friendly, PDF & Email