Dewasa ini dengan semakin banyaknya data, semakin banyak keputusan penting bergantung pada kemampuan kita membaca informasi dengan tepat. Namun, data tidak selalu hadir dalam kondisi ideal. Ada data yang tidak seimbang, ada pola yang tersembunyi, dan ada pula kondisi ketika ukuran akurasi justru dapat memberikan gambaran yang menyesatkan. Persoalan inilah yang menjadi perhatian dalam Sharing Session Departemen Statistika Universitas Negeri Padang (UNP) yang dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Ruang Sidang Lantai 1 FMIPA UNP. Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30–14.10 WIB tersebut menghadirkan Dr. Yeka Hendriyani, S.Kom., M.Kom., Dosen Program Studi Informatika UNP, sebagai narasumber.
Mengangkat tema “Ketika Akurasi Menipu: Menggali Deteksi Fraud di Tengah Data yang Timpang”, sharing session ini mengajak peserta melihat persoalan deteksi fraud dari sudut pandang yang lebih kritis: bahwa keberhasilan sebuah metode tidak selalu dapat dinilai hanya dari seberapa tinggi tingkat akurasinya.
Dalam berbagai persoalan nyata, kejadian fraud biasanya merupakan bagian yang jauh lebih kecil dibandingkan transaksi atau kejadian normal. Kondisi seperti ini membuat data menjadi tidak seimbang (imbalanced data). Pada situasi tersebut, sebuah model dapat terlihat sangat baik jika hanya dilihat dari nilai akurasi. Padahal, model tersebut mungkin belum mampu mengenali kejadian fraud yang justru menjadi perhatian utama. Di sinilah pentingnya cara berpikir seorang analis data. Angka yang terlihat bagus belum tentu memberikan informasi yang benar-benar dibutuhkan.
Sharing session ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk memahami bahwa dalam mengolah data, seorang statistisi tidak cukup hanya menghasilkan angka, tetapi juga perlu mempertanyakan apa yang berada di balik angka tersebut. Kehadiran Dr. Yeka Hendriyani dari bidang Informatika memberikan warna tersendiri dalam kegiatan ini. Pertemuan lintas bidang tersebut memperlihatkan bagaimana statistika, komputasi, dan teknologi informasi dapat saling melengkapi ketika berhadapan dengan persoalan nyata seperti deteksi fraud.
Bagi mahasiswa Statistika, pembahasan semacam ini menjadi kesempatan untuk melihat bahwa ilmu yang dipelajari di ruang kelas memiliki ruang aplikasi yang sangat luas. Konsep mengenai data, klasifikasi, evaluasi model, hingga ukuran performa dapat ditemukan dalam berbagai persoalan kehidupan nyata. Lebih dari itu, kegiatan ini juga mengajak mahasiswa untuk membangun kebiasaan tidak mudah percaya pada satu angka. Sebab, di balik sebuah nilai akurasi, terdapat karakteristik data, konteks permasalahan, serta konsekuensi dari setiap keputusan yang perlu dipahami.
Melalui Sharing Session ini, Departemen Statistika UNP terus menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya berlangsung melalui perkuliahan formal, tetapi juga melalui diskusi dan berbagi pengalaman dengan para akademisi dari bidang lain. Kegiatan seperti ini penting untuk memperluas cara pandang mahasiswa bahwa menjadi seorang statistisi bukan hanya tentang mampu menghitung dan membuat model, tetapi juga tentang mampu memahami data, mempertanyakan hasil, dan mengambil kesimpulan secara bertanggung jawab. Pada akhirnya, data yang baik bukan hanya data yang berhasil diolah, dan model yang baik bukan sekadar model dengan angka performa yang tinggi. Yang lebih penting adalah bagaimana hasil analisis tersebut mampu menggambarkan persoalan dengan tepat dan membantu manusia mengambil keputusan yang lebih baik.

